DAPATKAN BUKU "MENYIAPKAN KESUKSESAN ANAK ANDA" DI GRAMEDIA BOOKSTORE DI SELURUH INDONESIA

Minggu, 30 Oktober 2011

MENCIPTAKAN ATMOSFIR SUKSES DI LINGKUP KEHIDUPAN PESERTA DIDIK


Oleh : SUPANDI, S.Pd.,MM.

Salah satu kendala yang sering diahapi oleh suatu organisasi atau institusi sekolah dalam mencapai tujuan yang hendak dicapai adalah belum terciptanya kebiasaan “saling mendukung” diantara para pegawainya atau guru-guru. Demikian pula dalam lingkup siswa. Mereka masih terkungkung oleh kepentingan individu dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Sifat individual masih mendominasi pola pikir mereka.

Adanya job distribution (pembagian tugas) yang dipercayakan kepadanya, menjadi alasan pribadi untuk menjalankan tugas sesuai dengan lingkup beban tugas yang diberikan kepadanya. Ironisnya, masing-masing individu yang sudah merasa menjalankan tugas sesuai dengan beban yang disandangnya, mereka menganggap tidak lagi membutuhkan campur tangan dari rekan sekerjanya. Akibatnya kualitas pencapaiannya tidak maksimal.

Bagaimanapun juga kerja sama yang kompak diantara orang-orang yang terlibat dalam sebuah organisasi / institusi merupakan modal utama dalam mencapai tujuan. Manusia yang kapasitasnya sebagai human capital justru merupakan modal yang paling penting diantara modal yang lain. Manusia sebagai human capital harus memiliki perilaku yang manusiawi. Saling manghargai, saling mendukung, bekerja sama, toleransi, itulah sifat-sifat manusiawinya manusia.

Sifat-sifat diatas hendaknya mulai dipupuk, mengingat manusia pada dasarnya tidak bisa hidup sendiri. Realita di lapangan menunjukkan masih rendahnya budaya saling kerja sama dan toleransi.

Seorang guru yang berhasil menemukan metode pembelajaran baru dengan mengaplikasikan pendekatan mengajar yang lebih atraktif, kemudian metode tersebut ditulis dalam bentuk laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), kurang mendapat respon positif dari rekan guru yang lain. Sebuah karya kreatif dan inovatif semacam PTK pastinya merupakan karya yang luar biasa. Di dalamnya ada nilai plus tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan metode mengajar yang menarik. Guru sebaiknya penasaran, lantas ingin dan memburu pesan yang terkandung di dalam PTK tersebut.

Sikap acuh tak acuh sebaiknya segera dilempar jauh-jauh. Contoh lain yang juga mencerminkan sikap tertutup yaitu ketika ada seorang guru yang meraih prestasi tertentu. Respon positif yang sebaiknya diberikan oleh rekan-rekan guru adalah memberi apresiasi. Namun yang terjadi mereka tidak tertarik untuk memberikan apresiasi atau sekedar ucapan selamat. Kalaupun ada itu hanya sekedar simbolis tanpa keikhlasan.

Seorang siswa yang selalu berprestasi di kelasnya, hanya ditanggapi dingin oleh teman-temannya. Mereka terkesan tidak menganggap perlu untuk mengetahui lebih jauh bagaimana dia bisa berprestasi. Justru sebaliknya, mereka malah cenderung apatis, merasa terkalahkan, iri atau sifat-sifat sejenisnya.

Pemandangan seperti itu masih terlihat kental di lingkup kehidupan kita. Mereka tidak menganggap penting untuk mengetahui bagaimana achievement (prestasi) itu bisa diraih oleh temannya. Sifat individual masih mendominasi pikiran mereka. Mereka acuh tak acuh, apalagi jika mereka menganggap prestasi tersebut tidak mendatangkan keuntungan secara langsung kepada mereka.

Dengan atau tanpa disadari, sebenarnya sikap seperti itu justru bisa berdampak kurang baik bagi mereka. Mereka akan menjadi pribadi yang close-minded (pikirannya tertutup) baik terhadap prestasi orang lain, terhadap informasi yang masuk maupun terhadap bentuk-bentuk perubahan (change). Sebagai konsekuensinya, mereka akan mengalami kehidupan yang statis (tidak ada kemajuan). Potensi diri yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepadanya akan tersumbat, karena pikiran yang tertutup. Bahkan mereka menganggap dirinya tidak memiliki potensi.

Setiap manusia adalah luar biasa. Mereka telah dikaruniai potensi yang luar biasa dahsyat oleh Sang Maha Pencipta. Tuhan menciptakan kita dalam sebaik-baik bentuk, dengan sebaik-baik kondisi dan dengan sebaik-baik sarana. Tuhan telah memberi aset kepada setiap manusia yang bisa dijadikan modal dalam meraih prestasi. Adapun aset yang telah Tuhan berikan kepada setiap manusia adalah aset fisik/metafisik, aset kecerdasan, dan aset hati.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Pikiran positif akan menghadirkan kekuatan positif dalam diri Anda. Pikiran positif akan mendorong Anda untuk bersikap dan bertindak secara positif. Keuntungan yang bisa Anda peroleh dari berpikir positif adalah Anda akan melakukan hal-hal positif, dan pada akhirnya Anda akan memperoleh hasil yang positif pula.

Guru sebagai garda paling depan dalam bidang pendidikan sudah saatnya membangun pola pikir yang lebih terbuka dalam rangka menciptakan kondisi saling mendukung, baik di lingkungan dewan guru maupun implementasinya di lingkup kehidupan peserta didik.

Membuka pola pikir yang lebih maju identik dengan keinginan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Batu pertama yang diperlukan untuk membangun peningkatan pola pikir dapat dilakukan dengan cara melakukan change (perubahan).

Perubahan diperlukan untuk mencapai target yang sebelumnya belum pernah dicapai. Guru harus bisa menjadi agent of change (agen perubahan). Perlu diingat bahwa keengganan untuk melakukan perubahan, maka yang ada hanyalah kecenderungan menciptakan kondisi yang statis. Hidup ini selalu berkembang, sehingga harus ada keseimbangan antara perkembangan atau kemajuan jaman dengan change (perubahan). Jadikan perubahan sebagai kesempatan untuk memperoleh peningkatan.

Sebagai agent of change (agen perubahan), guru sebaiknya tidak ragu dan tidak takut untuk melakukan perubahan, karena itu adalah hukum kemajuan. Semua kemajuan selalu berkaitan erat dengan sikap tidak ingin sama dengan keadaan sebelumnya. Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin (statis), maka dia akan merugi. Dan, barang siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin, dia tergolong orang yang celaka.

Banyak orang yang selalu berada pada keadaan yang stagnan. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan merasa aman dengan zona nyaman. Banyak orang yang telah merasa nyaman dengan kualitas kehidupannya yang sekarang, sehingga mereka merasa berat untuk berubah. Namun perlu diingat bahwa selalu berada di zona nyaman justru pada akhirnya akan menjadi tidak nyaman. Mengapa demikian? Karena Anda akan tertinggal oleh perubahan yang bergerak lebih cepat.

The agent of change yang disandang oleh guru sangat dibutuhkan, tentunya terkait dengan kepentingan peserta didik. Anak diharapkan hidup dalam pembiasaan kehidupan yang toleran, yakni saling menghargai sesama teman, bekerja sama, memberi apresiasi, saling mendukung, dan gemar melakukan sharing.

Pentingnya pembiasaan tersebut akan memunculkan atmosfir positif di lingkup kehidupannya. Mereka akan terbiasa dengan kebiasaan berkomunikasi. Siapa yang memiliki pengalaman yang mengesankan, atau prestasi tertentu, bisa ditularkan ke teman-temannya. Mereka tidak lagi egois. Kesuksesan yang diraih oleh seorang siswa akan berimbas pada siswa yang lain.

Seandainya sikap saling mendukung bisa berjalan lebih efektif di lingkungan Anda, saya yakin embrio kesuksesan yang diperoleh oleh teman-teman Anda akan merembet ke teman-teman yang lain. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun juga kesuksesan yang diraih oleh seseorang selalu meninggalkan petunjuk. Bahwa orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan, pasti telah melakukan hal-hal spesifik dalam mencapai prestasi tersebut.

Proses menularnya embrio kesuksesan tentunya harus diawali dari ‘rasa penasaran dan rasa keingintahuan” Anda terhadap kesuksesan yang telah diraih oleh orang lain. Kesuksesan tidak akan menular kepada orang yang memiliki closed-minded (pikiran tertutup).

Pikiran yang tertutup harus segera dibuka dengan lebar. Biarkan sebagian orang di sekitar Anda lebih memilih menutup diri pikirannya. Biarkan mereka berbeda dengan Anda, karena Anda adalah pribadi yang unik. Anda lah yang paling tahu tentang diri Anda, tentang pikiran positif, tentang sikap positif dan tentang keputusan positif yang Anda ambil. Orang lain tidak berhak mengintervensi keputusan yang Anda ambil. Keputusan untuk membuka pikiran Anda semata-mata buah dari keputusan yang Anda ambil.

Pentingnya membuka pikiran yang berefek pada sikap “keingintahuan” Anda akan mendatangkan energi baru dalam diri Anda untuk menyamai prestasi yang telah diraih oleh rekan Anda, atau bahkan dalam level yang lebih tinggi.

Ki Hajar Dewantoro, seorang tokoh pendidikan, yang juga seorang pahlawan pendidikan nasional mengajarkan kepada kita bagaimana memberi dukungan, bersikap dan merespon kesuksesan yang telah diarih oleh orang-orang sukses. Beliau memberikan tips cerdas yang dikenal dengan “prinsip 3N”, yaitu Niteni (mengamati), Niroake (meniru), Nambahake (memberi nilai tambah).

Niteni (mengamati). Jika orang lain bisa melakukan suatu hal maka kita pun memiliki peluang yang sama besar untuk melakukan hal tersebut. Kalau suatu hal mungkin bagi orang lain, maka hal tersebut juga mungkin bagi kita.

Niroake (meniru). Selama kita memiliki hasrat yang membara untuk terus mengamati, merespon hasil karya orang lain, meniru dan memodifikasikan sesuatu yang telah diarih oleh orang lain, maka kita pun memiliki peluang yang sama untuk dapat melakukannya.

Nambahake (memberi nilai tambah). Langkah ini bisa kita ambil dengan cara menduplikasikan, lalu memodifikasikan model kesuksesan yang berhasil dilakukan oleh orang lain, dengan sasaran yang lebih sempurna.

Proses menularnya embrio kesuksesan dan terciptanya atmosfir kesuksesan baik di kalangan peserta didik maupun di kalangan para guru tidak lepas dari sikap toleran yang diimplementasikan dalam sikap hidup Anda.

Toleransi berasal dari kata “ Tolerare ” yang berasal dari bahasa latin yang berarti dengan sabar membiarkan sesuatu. Dalam pengertian yang lebih luas, toleransi adalah suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan. Toleransi juga dapat dikatakan istilah dalam konteks sosial budaya dan agama yang berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya deskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau tidak dapat diterima oleh mayoritas dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah toleransi beragama dimana penganut mayoritas dalam suatu masyarakat mengizinkan keberadaan agama-agama lainnya.

Istilah toleransi juga digunakan dengan menggunakan definisi “kelompok” yang lebih luas , misalnya partai politik, orientasi seksual, dan lain-lain. Hingga saat ini masih banyak kontroversi dan kritik mengenai prinsip-prinsip toleransi baik dari kaum liberal maupun konservatif. Jadi toleransi antar umat beragama berarti suatu sikap manusia sebagai umat yang beragama dan mempunyai keyakinan, untuk menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain.

Dalam masyarakat berdasarkan pancasila terutama sila pertama, bertaqwa kepada tuhan menurut agama dan kepercayaan masing-masing adalah mutlak. Semua agama menghargai manusia. Maka dari itu semua umat beragama juga wajib saling menghargai. Dengan demikian antar umat beragama yang berlainan akan terbina kerukunan hidup.

Toleransi juga berarti kerjasama antar pemeluk agama untuk menciptakan suatu kodisi kehidupan bersama yang kondusif, aman, rukun, penuh kedamaian, dengan segala bentuk perbedaannnya. Dalam kontek sosial budaya kebiasaan saling bekerja sama dan saling mendukung mutlak diperlukan dalam rangka mencapai suatu impian.

***

Daftar Pustaka

Djalimin Judirman. 2010. The Secrets of Change For Success. Elex Media Komputindo : Jakarta

Elfiky, Dr. Ibrahim. 2010. Terapi Berpikir Positif. Zaman : Jakarta

Kandani Haryanto. 2010. The Achiever. Elex Media Komputindo : Jakarta

Munadi Imam.2010. New Born Super Muslim. Quanta : Jakarta.

Poniman Farid dkk. 2009. DNA SuksesMulia. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

Poniman Farid dkk. 2009. Kubik Leadership. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons