DAPATKAN BUKU "MENYIAPKAN KESUKSESAN ANAK ANDA" DI GRAMEDIA BOOKSTORE DI SELURUH INDONESIA

Sabtu, 29 November 2014

Kecerdasan Multi Dimensi


Oleh : Supandi, S.Pd.,MM.

Success and happiness is not accident (sukses dan kebahagiaan tidak terjadi secara tiba-tiba).  Jika dicermati ungkapan tesebut sangat logis.  Seseorang tidak mungkin bisa meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup hanya dengan berpangku tangan. Untuk mencapai success and happiness seseorang harus melakukan action yang nyata.
Sukses dan bahagia mempunyai korelasi yang sangat erat. Pada prinsipnya,  kesuksesan seseorang selalu diikuti oleh kebahagiaan. Kesuksesan yang tidak diikuti oleh kebahagiaan adalah kesuksesan yang sifatnya semu. Kesuksesan semacam ini memiliki jangkauan jangka pendek dan biasanya hanya untuk kepentingan materi keduniaan, tanpa memiliki pertimbangan ukhrowi.
Sukses berarti tercapai apa yang menjadi impiannya. Sedangkan bahagia adalah suatu kondisi kejiawaan seseorang dalam tingkatan tertentu hingga mencapai titik stabil. Bahagia ditandai dengan keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Dengan demikian, antara sukses dan bahagia terjalin sebuah hubungan yang sinergis.
Untuk menjaga hubungan yang sinergis antara kesuksesan dan kebahagiaan, terlebih dahulu kita harus mengetahui ilmunya. Sebagaimana hadis nabi mengatakan bahwa “untuk mencapai kebahagiaan dunia, seseorang harus mengetahui ilmunya. Untuk mencapai kebahagiaan akherat seseorang harus mengetahui ilmunya. Untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat seseorang harus mengetahui ilmunya.
Banyak orang yang sukses secara materi tetapi berakhir dengan unhappy ending. Materi yang mereka miliki diperoleh dengan cara-cara yang didasarkan pada matematis logis dan nafsu serakah serta menyimpang dari nurani kebenaran. Mereka berhasil memeroleh materi yang banyak tapi jauh dari keberkahan. Oleh  karena tidak berkah, maka tidak bisa membuatnya bahagia. Sebaliknya, mereka justru akan membawa seseorang pada kehancuran.
Ada tiga kecerdasan yang bisa kita sinergiskan untuk mencapai kestabilan kondisi antara sukses dan bahagia. Jika ketiga kecerdasan bisa kita aplikasikan secara terintegrasi dalam diri kita, maka sangat mungkin kita bisa meraih success and happiness dalam satu paket. Ketiga kecerdasan itu adalah kecerdasan angka, kecerdasan ruang, dan kecerdasan waktu.
Kecerdasan angka bersifat relatif; yakni ketika seseorang bisa mendapatkan sejumlah harta untuk memenuhi kebutuhannya. Kecerdasan ruang dan waktu adalah ketika materi yang ia peroleh bisa membawa keberkahan hidup jangka panjang. Keberkahan materi erat hubungannya dengan kebahagiaan. Sedangkan banyaknya materi tidak selalu berimbas pada kebahagiaan. Seorang koruptor dan orang-orang yang melakukan praktek-praktek menghalalkan segala cara bisa jadi cerdas secara angka, tetapi mereka tidak cerdas secara ruang dan waktu. Bila merujuk pada HKE (Hukum Kekealan Energi) dalam kehidupan, seseorang yang melakukan kejahatan korupsi dan melakukan praktek-praktek menghalalkan segala cara, pada suatu saat ia akan berhadapan dengan resiko atas apa yang sudah diakukannya. Mereka akan berhadapan dengan “tagihan energi negatif” berupa azab yang sangat mengerikan.
Saya tidak akan membahas bentuk-bentuk tagihan energi negatif yang ditimpakan kepada para koruptor dan orang-orang yang telah melakukan praktek-praktek jalan pintas dengan menghalalkan segala cara. Saya yakin anda bisa menemukan dan membuktikannya sendiri. Anda bisa menyaksikan sendiri di lingkungan anda, di surat kabar, atau melalui berita-berita di televisi, bagaimana mereka menjalani azab dari Tuhan.
Satu hal yang penting anda catat adalah bahwa azab yang saya maksud akan mereka hadapi kontan, saat mereka masih hidup di dunia dan berlajut hingga ke kehidupan abadi. Dengan bahasa yang lugas saya katakan, mereka akan dan sedang menjalani sisa umur mereka dengan catatan sejarah yang unhappy ending.
Kemampuan untuk menggabungkan ketiga kecerdasan tentu bukan hal yang mudah. Bahkan mungkin ada diantara mereka yang masih mempertahankan pembenaran pribadi ketika disadarkan dengan penjelasan ini. Untuk menyikapi kebenaran ilmiah perlu dihadirkan campur tangan hati nurani yang didukung oleh suara Tuhan. Hati nurani yang didukung oleh suara Tuhan selalu berpihak kepada kebenaran hakiki. Kondisi ini akan menghadirkan sebuah pikiran yang open minded. Kondisi pikiran yang open minded sangat memungkinkan untuk bisa menyerap argumentasi yang bersifat menguntungkan.
             Kontribusi hati nurani dan suara Tuhan sangat berperan dalam menciptakan prinsip hidup yang kuat. Semoga Tuhan berkenan memberi hidayah kepada kita berupa kecerdasan yang mampu menciptakan keberuntungan yang benar menurutNya, yakni kecerdasan multi dimensi yang merupakan akumulasi dan kombinasi antara kecerdasan angka, kecerdasan runag dan kecerdasan waktu. Semakin banyak diantara kita yang terinspirasi dengan tulisan ini maka saya yakin semakin terbuka peluang bagi kita untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang bersih, berwibawa, kaya, dan makmur. Gemah ripah loh jinawi, tata tentrem, tur raharjo. Aamiin. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | Best Buy Printable Coupons